Enjoy Your Day With a Smile

Kamis, 24 Juni 2010

BASIS DATA

PENGERTIAN DATABASE




1. Istilah Basis Data

•Lemari arsip &,

•Penyimpanan data.





2. Basis Data

Basis merupakan markas/gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data merupakan representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu obyek (spt, manusia: dosen, mhs, pelanggan,dll; barang: buku, meja; peristiwa, konsep, dsb.), yang direkam baik dalam bentuk angka, huruf, teks, gambar atau suara.

Dari keterangan di atas Basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang, seperti menurut Connolly (2002,p14), definisi basis data adalah kumpulan data yang dihubungkan secara bersama-sama, dan gambaran dari data yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi. Berbeda dengan sistem file yang menyimpan data secara terpisah, pada basis data data tersimpan secara terintegrasi. Basis data bukan menjadi milik dari suatu departemen tetapi sebagai sumber daya perusahaan yang dapat digunakan bersama.

Menurut Date (1990,p5), definisi dari basis data adalah kumpulan terintegrasi dari file yang merupakan representasi data dari suatu model enterprise.

Sedangkan menurut Fathansyah (1999,p2), basis data adalah :

* Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
* Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
* Kumpulan file/ tabel/ arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Data dalam basis data disimpan dalam tiga struktur, yaitu file, tabel atau objek. File terdiri dari record dan field, tabel terdiri dari baris dan kolom. Objek terdiri dari data dan instruksi program yang memfungsikan data. Tabel terdiri dari kolom-kolom yang saling terkait, seperti file yang terdiri dari record yang saling terkait. File didalam basis data dapat terhubung kepada beberapa tabel. Dalam sebuah tabel, data pada tiap kolom terdiri dari ukuran dan tipe yang sejenis (char/ numeric).

Dari semua referensi di atas secara umum dapat di tarik kesimpulan bahwa Basis Data adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan, yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik secara bersama tanpa adanya pengulangan (redudansi) data. Dan telah diorganisasi sedemikian rupa, sehingga kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat.










SISTEM BASIS DATA

(DBMS)







1. Pengertian DBMS (Database Management System)

DBMS (Database Management System) merupakan kumpulan program yang digunakan user untuk me-management database (create, maintain). Atau dapat juga di definisikan sebagai sistem yang dapat digunakan untuk merancang/mendefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan basisdata. Pada prakteknya konsep DBMS ini diterapkan pada sebuah perangkat lunak (software) DBMS.



DBMS mencakup proses:

–Defining

Yaitu database mendefiniskan tipe data, struktur dan batasan (constraint) dari data yang disimpan dalam database.

–Manipulating

Yaitu database mencakup berbagai fungsi dan query untuk mendapatkan data yang dicari, termasuk operasi insert, update dan delete serta dalam generate report data.

–Sharing

Yaitu database dapat diatur untuk dapat sharing multiple user dan program untuk mengakses database secara bersama-sama.





2. Fungsi DBMS(Database Management System)

Fungsi yang lebih penting dari DBSM adalah proteksi dan maintain database dalam jangka panjang.

–Proteksi

Yaitu mengandung system protectionyang menangani kondisi malfunction (crash) baik pada hardware ataupun software, juga mengandung security protectionyang menangani pengaksesan oleh user terlarang.

–Maintain

Yaitu mengandung sistem maintaining yang selalu meningkatkan kebutuhan perubahan tiap waktu.



Jadi,Sistem Database Adalah database dan sistem manajemen database-nya (DBMS).



3. Aplikasi Berbasis File

Data yang relevan sebagai bahan dasar informasi dalam sebuah perusahaan, telah tersedia dalam jumlah yang besar dan dapat dipandang sebagai aset organisasi yang mulai tumbuh dan akan terus berkembang. Kemampuan dalam melakukan pengelolaan/manajemen data yang baik, akan menjadi suatu keunggulan strategis bagi perusahaan daripada pesaingnya. Namun sebaliknya, bila tidak mempunyai kemampuan yang memadai dalam mengelola data yang besar dan akan terus membesar, maka kehadirannya akan menjadi beban yang sangat memberatkan perusahaan.

Data merupakan Refleksi Fakta/Kejadian yang ada, bentuk pereflesian data tersebut dapat berupa perekaman fakta kedalam media penyimpanan misalnya Disk Storage. Hasil perekaman tersebut diorganisasi atau dikelola dengan baik (mengikuti kaidah/metode yang berlaku) sehingga dapat berguna dan dipakai secara efisien dan efektif dalam rangka mendukung operasi-operasi pengendalian organisasi. Sehingga Data dapat dipandang sebagai sumber daya (aset) penting pada prilaku manajemen modern.



Aplikasi berbasis file merupakan sebuah istilah (pada buku-buku literatur lain mungkin menggunakan istilah lain) yang merujuk pada kumpulan program aplikasi yang memberikan layanan-layanan secara khusus ke pemakai, dimana setiap program aplikasi tersebut mendefinisikan dan mengelola datanya sendiri tanpa adanya penetapan standart format data yang universal, sehingga data yang dimiliki perusahaan berupa file-file yang tak terintegrasi dengan baik (terpisah-pisah). Kondisi tersebut memiliki keterbatasan sistem, yaitu;

* Kenadali yang buruk terhadap data.
* Pemisahan/isolasi data.
* Duplikasi data yang dapat berarti :

1. Duplikasi sebagai pemborosan.

2. Duplikasi dapat menyebabkan data tidak konsisten.

3. Terjerat pada kebergantungan data terhadap program aplikasi (data tidak independen), sehingga diperlukan usaha pemrograman yang besar.

4. Format-format file yang tidak kompatibel (kompatibelitas yang rendah).

5. Query data dan pemakaian program aplikasi yang sangat terbatas.



Dengan berbagai keterbatasan yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi yang berbasis file atau dapat dikatakan file atau data yang berorientasi terhadap program aplikasi sangat tidak menguntungkan untuk dipakai atau dikembangkan lebih lanjut. Paradigman atau cara pandang bahwa data tergantung pada program aplikasi harus dirubah, kehadiran data harus bersifat independen (berdiri secara mandiri) dan universal, bebas dari pengaruh dan karakteristik bahasa pemrograman, sehingga bahasa pemrograman-lah yang harus menyesuaikan dengan data dan bukan sebaliknya.



Karena harus independen dan universal itulah maka konsep mengenai pengelolaan data, harus dapat ditangani oleh sebuah bahasa yang universal, dimana dalam dunia DBMS dikenal dengan istilah bahas SQL (Structured Query Language) atau bahasa Query. Operasi-operasi dasar dari bahasa Query yang digunakan untuk mengakses basisdata relasional terdiri dari empat perintah dasar yaitu Create, Read, Update dan Delete (CRUD). Keempatnya paling tidak terbagi dalam tiga kelompok istilah bahasa basisdata, yaitu;

* DDL (Data Definition Language)
* DML (Data Manipulation Language)
* DCL (Data Control Language)



Kelak bahasa-bahasa pemrograman modern mau tidak mau harus dapat mendukung bahasa Query sebagai upayauntuk dapat menggunakan/mengakses standart data yang ada (DBMS).





4. Contoh DBSM (Database Management System)

Berikut antara lain merupakan contoh dari software sebuah DBMS (Database Management System), yaitu :



•Dbase

•FoxPro

•Ingres

•Postgresql

•MySQL

•MS Access

•SQL Server

•Oracle

•DB2, dll




PRINSIP KERJA DAN TUJUAN

BASIS DATA



1. Prinsip Kerja Basis Data



Fokus utama dalam pengelolaan/manajemen Basisdata adalah bagaimana;


a. Pengaturan data / arsip

b. Mengumpulkan/menginventarisir/memburu data,

c. Mengorganisasi/mengelompokkan data,

d. Menambah, mengubah dan menghapus data serta

e. Menampilkan data yang diperlukan dalam bentuk informasi secara efektif dan efisien yang digunakan sebagai bahan analisis dan menuntun aktivitas-aktivitas perusahaan.


2. Tujuan Basis Data


•Kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan data (speed).

•Efisiensi ruang penyimpanan (space) Mengurangi / menghilangkan redudansi data.

• Keakuratan (Accuracy) Pembentukan kode & relasi antar data berdasar aturan / batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, untuk menekan ketidakakuratan saat entry / penyimpanan data.

•Ketersediaan (Avaibility) Pemilahan data yang sifatnya pasif dari database aktif.

•Kelengkapan (Completeness) Kompleksnya data menyebabkan perubahan struktur database.

•Keamanan (Security) Memberikan keamanan atas hak akses data.

•Kebersamaan pemakaian (Sharability) Bersifat multiuser.




MANFAAT BASIS DATA



Adapun beberapa manfaat dari sebuah basis data yaitu adalah sebagai berikut ini :

•Controlling Redundancy

Redundancy: duplikasi data, penyimpanan data secara berulang. Redudancy salah satu syarat larangandalam database relasional, karena akan menimbulkanb inconsistensidata. Dengan controlling redundancy, selain akan meningkatkan performance query juga menjaga konsistensidata.



•Restricting Unauthorized Access

Memberikan pengaturan hak akses / batasan akses user database.



•Providing Persistent Storage for Program Objects

Menyediakan ruang penyimpanan khusus untuk obyek-obyek program (ex. Object-Oriented Database system. yang menyimpan obyek-obyek pemrograman berbasis obyek).



· Providing Storage Structures for Efficient Query Processing

Menyediakan struktur penyimpanan yang bagus untuk efisiensi proses query.



•Permitting Inferencing and Actions using Rules

Menyediakan actions khusus berdasarkan rules (aturan) yang telah ditetapkan dalam sistem database.



•Additional Implications of using the Database Approach

Flexible, up-to-date data, ekonomis, dan lain- lain.


PENGGUNA BASIS DATA





Para pengguna database dapat dibagi menurut:

1. Pengguna database (“Actor on the scene”)

Lebih cenderung menggunakan / ada keterkaitan penggunaan database. “Actor on the scene”, dapat dikelompokkan dalam :

•Database Administrators

•Database Designers

•End Users

•System Analyst dan Application Programmers (Software Engineers)



2. Pekerja dibalik database (“Worker behind the scene”)

Database Administrator

Database Administrator (DBA): orang yang memiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database (pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring, kebutuhan hardware/software). Dalam pekerjaannya biasanya dibantu oleh staf Admin.

Database Designer

Database Designer: bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database. Perlu koordinasi akan kebutuhan user database

User Database

End User Database adalah orang-orang yang pekerjaannya membutuhkan akses ke database untuk melakukan query, update maupun genereate report database.

End userdapat dikategorikan:

–Casual end users (end user tak tetap)

Yaitu user yang tidak selalu mengakses database, tapi kadang memerlukan informasi terbaru.



–Naïve / parametric end users

Yaituuser yang pekerjaan selalu konstan query dan update data, spt: bank teller, pegawai reservasi, dll.



–Sophisticated end users

Yaitu user yang melengkapi kebutuhan database user, seperti: engineer, scientist, business analyst.



–Stand-alone users

Yaitu user yang memaintain personal database.


System Analyst dan Application Programmers

•System Analyst

Adalah orang menentukan kebutuhan sistem end user.



•Application Programmers (Software Engineering)

Adalah orang yang kerjaannya berhubungan dengan kebutuhan koneksi database.



Worker Behind The Scene

Adalah orang-orang yang tidak tertarik pada database, akan tetapi lebih cenderung pekerjaannya men-develop tool untuk kebutuhan database. “Worker behind the scene”, dapat dikelompokkan ke dalam :



•DBMS system designers dan implementer

Orang-orang yang merancang dan meng-implementasikan modul-modul dan interface paket-paket software DBMS. (ex. Modul: catalog, procs query lang., procs interface, access & buffering data, controlling cuncurrency, handling data recovery & security; interfacing: interface for integrated system).



•Tool developers

Orang-orang yang merancang dan mengimplementasikan tools untuk mendukung software DBMS. (tool untuk meningkatkan performance database, tool untuk monitoring operasional database, dll).



•Operators dan maintenance personnel

Para personel administrator yang bertanggung jawab akan jalannyaoperasional.







KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN

DBMS



DBMS memiliki keuntungan seperti berikut:



1. Independensi data

DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah.



2. Pengaksesan yang efisien terhadap data

DBMS menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien.



3. Keamanan dan integritas data

Karena data dikendalikan oleh DBMS, DBMS dapat melakukan kendala integritas terhadap data. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan definisi suatu field dan kekangan yang melekat pada field akan ditolak. Sebagai contoh, jika field Jenis_Kelamin dinyatakan berupa P atau W, maka penyimpanan L ke field tersebut dengan sendirinya akan ditolak oleh DBMS.



4. Administrasi data

Jika sejumlah pemakai berbagi data, pemusatan administrasi dapat meningkatkan perbaikan yang sangat berarti. Dengan cara seperti ini, duplikasi atau redudansi data dapat diminimalkan.



5. Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan

DBMS menyediakan mekanisme sehingga data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang sama. Selain itu, DBMS melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan sistem, DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan.



6. Waktu pengembangan aplikasi terpendek

DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.




Dibalik semua keunggulannya DBMS juga memiliki Kelemahan yaitu:

* Kompleksitas yang tinggi
* Ukuran perangkat lunak yang besar
* Ongkos terhadap pengadaan, pengoperasian dan perawatan DBMS
* Penambahan biaya pengadaan perangkat keras untuk menjalankan DBMS
* Biaya konversi dari sistem lama ke sistem baru
* Dampak yang tinggi bila terjadi kegagalan sistem (resiko)
* Kinerja yang rendah bila tidak mampu menggunakan dengan optimal (biaya vs outcome)



DBMS dapat saja tidak cocok diaplikasikan sebagai standart database pada aplikasi-aplikasi tertentu, misalnya pada aplikasi yang membutuhkan pengguna terbatas dengan alasan proteksi dan keamanan data/informasi (closed system information) serta kinerja manipulasi dan penerapan metode akses yang spesifik.



Download Versi Makalah Basis Data : disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Most Popular