Enjoy Your Day With a Smile
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Fenomena Sleep Walking (Tidur Berjalan)


Mimpi adalah fenomena aneh yang hanya bisa dirasakan oleh manusia, namun mimpi berjalan (sleepwalking) lebih aneh lagi. Terkadang mimpi kita bisa terasa sangat nyata. Tapi yang satu ini memang menjadi nyata.

Sleepwalking yang dikenal juga dengan istilah somnambulism, bisa saja dialami di semua usia tetapi biasanya terjadi pada usia muda. Faktor paling besar yang menyebabkan sleepwalking ini adalah pikiran (beban, frustasi, gembira, stres, dll). Pernahkah anda mengalaminya?? 
ini adalah suatu gangguan yang menyebabkan seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Paling umum terjadi pada anak antara usia 8 dan 12 tahun. Sleepwalking tidak menandakan adanya masalah kesehatan yang serius atau memerlukan pengobatan. 

Namun, sleepwalking dapat terjadi di segala usia dan dapat menyebabkan perilaku bahkan berbahaya, seperti memanjat keluar jendela atau kencing di lemari atau kaleng sampah. Dalam riset terbaru, para ahli telah menemukan satu hal penting di balik fenomena sleepwalking. Hasil penelitian terhadap empat generasi menunjukkan bahwa fenomena ini bisa jadi karena dipengaruhi oleh faktor keturunan. 

Tim peneliti dari Washington University memantau empat generasi keluarga yang mana 9 dari 22 anggota mereka mengidapsleepwalking. Setelah melakukan analisa DNA menggunakan sampel air liur, peneliti menemukan bahwa seluruh pengidap sleepwalking memiliki kecacatan pada kromosom 20, yang bisa diturunkan pada generasi berikutnya. 

Menurut peneliti, dengan hanya memiliki satu salinan dari DNA yang tidak sempurna tersebut, seseorang dipastikan mengalami gangguan sleepwalking. Orang tua yang membawa gen ini, memiliki peluang 50-50 untuk menurunkannya pada anak mereka. 

"Ada kemungkinan beberap jenis gen juga terlibat. Apa yang kami temukan adalah lokasi genetik pertama sleepwalking. Kami belum mengetahui gen-gen mana saja yang berkaitan dengan kromosom 20 yang bertanggung jawab. 

Hingga kami menemukan gen, kita takkan tahu apakah ini berlaku untuk beberapa keluarga saja atau keluaraga besar pengidap sleepwalking. Dengan menemukan gen-gen ini, tentunya membantu menemukan cara pengobatan gangguan ini," ungkap Dr Christina Gurnett, pemimpin riset dari Washington University. 

Sleepwalking diperkirakan dialami satu di antara 10 anak, dari satu di antara 50 orang dewasa. Jika seseorang mengalami kondisi ini pada malam hari, bagian primitif dari otaknya yakni batang otak menjadi aktif, sedangkan bagian otak yang mengendalikan kesadaran justru tidak aktif. 

Alhasil, dalam kondisi tertidur mereka bisa duduk, berjalan-jalan dan bahkan menyelesaikan pekerjaan yang cukup rumit. Dalam kondisi tertidur, mereka dapat melakukan hal-hal yang sifatnya biasa, tetapi tak jarang pula ada yang menjadi 'liar' sehingga mencederai orang lain atau bahkan tertabrak di jalan raya

Tanda dan gejalaSeseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut :

* Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur

* Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga.
Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu. Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan. Terkadang bahkan berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung.
span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;">Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama tidur dalam/tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja, tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang dilakukannya saat bangun pagi.


Penyebab
Diperkirakan 15 persen anak-anak sehat pernah mengalami tidur berjalan, tetapi tidak sedikit juga orang dewasa yang mengalaminya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tidur berjalan antara lain :

- Kelelahan
- Stres
- Gelisah
- Sakit

Kasus tidur berjalan terkadang berhubungan dengan pengobatan atau kondisi kesehatan mental seperti :

- Detak jantung tidak normal (arrhythmias)
- Aliran balik asam lambung ke dalam esophagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan perut.
- Berhentinya napas saat tidur (obstructive sleep apnea)
- kelainan akibat trauma
- kepanikan
- Di beberapa kasus lain, konsumsi alkohol dan obat-obat tertentu seperti antibiotic, antihistamin, sedative dan pil tidur dapat memicu sleepwalking (hayoo jangan ngobat makanya).

Faktor resiko
Biasanya kebiasaan ini akan menurun dari orang tua atau saudara kandung. Pada ibu hamil atau wanita menstruasi, kemungkinannya akan lebih tinggi mengalami tidur berjalan.

Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik dan psikologi akan dilakukan untuk mengetahui hal-hal atau unsur yang menyebabkan tidur berjalan ini, seperti detak jantung yang tidak normal atau kepanikan yang tiba-tiba melanda. Jika diperlukan maka akan dilakukan tes tidur di laboratorium agar pemantauan lebih sempurna.

Bahaya
Sleepwalking sebenarnya tidak membahayakan, kecuali bila penderita melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti aktifitas di luar rumah atau memasak dengan menggunakan api.

Bila kejadian tidur berjalan ini terjadi hampir tiap hari atau dengan frekuensi yang sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya.

Pencegahan dan pengobatan
Tidak ada pengobatan dan cara pencegahan yang pasti. Jika anda memergoki anak anda tidur berjalan maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Sebaiknya tidak membangunkan anak saat tidur berjalan, karena hal ini akan menggangu proses tidurnya, walalupun membangunkannya pun tidak menimbulkan bahaya apapun. Hanya saja jika dibangunkan saat tidur berjalan, maka anak akan merasa kebingungan.

Jika tidur berjalan tersebut terjadi pada keluarga anda, maka sebaiknya anda memperbaiki kebiasaan tidurnya.

Jika anda tidak dapat memantau tidurnya, usahakan lingkungan tidurnya aman, sehingga saat tidur berjalan tanpa sepengatuhan anda dia tidak akan melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya

Tidur lebih lama. Kelelahan menjadi salah satu penyebab. Untuk itu usahakan tidur lebih cepat dan biasakanlah tidur dengan jadwal yang tetap. Buat dirinya merasa lebih rileks sesaat sebelum tidur dan hindari mengalami tekanan berlebihan.

Perhatikan pola dan kebiasaannya. Jika ia sering mengalami tidur berjalan, biarkan dia tetap tertidur. Yang perlu anda lakukan adalah amati kapan kebiasaan tidur berjalannya timbul. Jika sudah diperoleh kebiasaan tersebut, maka anda dapat membangunkannya 15 menit sebelum tidur berjalan tersebut terjadi padanya. Jangan khawatir, biasanya semakin bertambah umur semakin kecil kemungkinan untuk sleepwalking, tetapi tetap saja ada beberapa orang yang sudah terbiasa mengalami tidur berjalan ini.

Mulai sekarang perhatikanlah pola tidur anda. Siapa tau suatu saat ketika anda terbangun dari tidur anda berada ditempat yang tidak anda kenal. Itu tandanya anda telah mengalami "sleepwalking".
READ MORE - Fenomena Sleep Walking (Tidur Berjalan)

Jumat, 07 Juni 2013

Menjadi Orang Tua Yang Bijaksana

Setiap dari kita suatu hari kelak pasti akan menjadi orang tua bagi anak-anak kita. Itu pasti, namun dapatkah kita menjadi orang tua yang baik. Orang tua yang sekaligus bisa menjadi sahabat bagi anak-anak kita. Orang tua yang tidak egois, orang tua yang bisa menjadi contoh baik bagi anak-anaknya?. Semua orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun terkadang hal itu membuat kita memberikan batasan-batasan dan pilihan yang bersifat memaksa kepada anak serta aturan yang terkadang mengekang aktivitas anak. 

Sebagai contoh ketika anak masih kecil, mereka mengambil peralatan dapur seperti baskom, panci, kuali dan sendok lalu memukul-mukulnya. Orang tua terkadang akan memarahi anak tersebut karena membuat berisik sekaligus merusak peralatan dapur. Namun ketahuilah bahwa itu adalah suatu imajinasi anak dia membayangkan dirinya adalah seorang pemain drum dan itu menunjukkan kemungkinan ia mempunyai bakat musik dalam dirinya. yang harus dilakukan orang tua adalah mengarahkan bukan melarang. Mungkin dengan membelikan drum mainan untuk anak. ketika anda melarang dan tidak mengarahkan itu adalah salah satu bentuk batasan yang membuat bakat anak terpendam dalam dirinya dan tidak ada media untuk menyalurkannya. 

Kemudian saat anak mulai remaja atau ketika menginjak bangku sekolah terkadang orang tua mengekang aktivitas anak. Seperti melarang beberapa aktivitas anak dan memaksa anak untuk terus belajar, mengikuti kursus, les dan sebagainya dengan tujuan untuk memaksimalkan prestasi anak di sekolah. Ini tidak salah namun ketika anak dipaksa untuk melakukan suatu hal hanya akan membuat anak tertekan dan merasa dirinya selalu diatur. Sesuatu yang dipaksakan tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik malah bisa jadi semua itu sia-sia karena anak melakukannya deengan hati terpaksa dan asal-asalan. Sebaiknya ketika kita mengembankan sesuatu kepada anak seperti les, kursus atau lainnya aturlah waktu se-efektif mungkin sisakan juga waktu anak untuk melakukan hobi dan aktivitas lainnya yang dia inginkan ini akan menjadikan nya seimbang sehingga anak tidak merasa terlalu tertekan dalam kesehariannya. Ada baiknya juga selalu bertanya kepada anak, apakah dia setuju atau tidak. tanyakan alasannya jika tidak dan temukan solusinya bersama. Sehingga anak merasa tidak dipaksa dan terpaksa dalam melakukan sesuatu.

Dalam menentukan pilihan terkadang orang tua tidak mendengarkan keinginan anak dan cenderung memilih berdasarkan apa yang diinginkan orang tua. Karena orang tua menganggap dia tau apa yang terbaik untuk anaknya. Padahal keinginan seseorang tidaklah sama. Seperti contoh anak suka memakai baju kaos seddangkan orang tua lebih suka melihat anaknya memakai baju kemeja. Lalu membelikan dan memaksa anak menggunakannnya. Tidak telalu berlebihan, namun ini membentuk anak merasa apa yang dia inginkan tidak di hargai dan selalu salah. Jika dallam setiap pilihan atau penentuan keputusan selalu orang tua yang melakukan dan mempertimbangkannya bukan anak itu sendiri. Maka saat dewasa anak akan menjadi orang yang tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan lambat dalam mengatasi masalah yang ia hadapi karena apa yang dia lakukan selama ini hanyalah hasil dari keputusan dari orang tuanya. Tentu saja ini akan banyak menghambat anak saat ia dewasa.

Sebaiknya orang tua dapat membangun komunikasi yang baik kepada anak, peka terhadap anak, mengerti apa yang anak inginkan, mendalami pribadi anak dan mendengarkan apa yang menjadi pendapat atau keinginan anak. Apabila anak meminta sesuatu pertimbangkanlah jika itu bermanfaat maka dukunglah keinginan anak. Apabila dirasa itu kurang baik diskusikan dan berikan alasan-alasan yang dapat membuat anak mengerti mengapa itu tidak baik untuk dia lakukan. Kemudian dalam menentukan pilihan, biarkan anak terlebih dahulu menyatakan keinginannya setelah itu baru apa yang kita inginkan untuk anak. Apabila anak tetap memilih keinginannya sendiri itu berarti anak sudah mantap dengan pilihannya dan sebaiknya orang tua tidak mengecewakannya. Kemudian selalu berikan kesempatan anak untuk melakukan aktivitas layaknya anak sesusianya agar dia dapat tumbuh dengan baik dan belajar dari apa yang sudah ia lakukan. Setiap aktivitas akan menambah pengalaman tersendiri bagi anak meskipun sedikit, misalnya saat bermain sendiri atau saat bermain dengan teman-temannya.

Orang tua yang mengerti akan pribadi dan sikap anak akan mampu mengatasi masalah ketika terdapat ketidak sepahaman dengan anak. Karena penangannya setiap pribadi anak itu tidaklah sama. Kemudian membangun keterbukaan dan sentiasa memberikan perhatian yang cukup, tidak memanjakan anak. Maka akan membuat anak tumbuh dalah kondisi psikologi, emosi dan tempramen yang baik. Segala sesuatu yang menjadi kebiasaan atau pribadi anak kebanyakan adalah dari contoh dari sikap keseharian orang tua dirumah. Maka sebaiknya memberikan contoh yang benar kepada anak, dan hindari memperlihatkan keburukan atau sesuatu yang kurang pantas di depan anak. Seperti berkata kasar, membentak, atau kebiasaan yang kurang baik lainnya. Koreksi terlebih dahulu penyebab anak melakukan kesalahan atau berperilaku kurang baik. Karena tak jarang itu terjadi melihat contoh dari apa yang terlihat dari perilaku orang tuanya. Jika di rumah dia selalu melihat hal-hal yang baik maka anak juga akan menjadi sosok seperti apa yang dia lihat.

Rasanya cukup sekian referensi atau pandangan yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat ambil sisi baik dan buang yang buruknya. Mohon maaf jika ada salah kata. Dan semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang baik dan bijaksana bagi anak-anak  kita. wassalam..
READ MORE - Menjadi Orang Tua Yang Bijaksana

Sabtu, 01 Juni 2013

7 Cara Sederhana Meraih Kebahagiaan Psikologi

7 Cara Sederhana Meraih Kebahagiaan Psikologi

1. Bersyukur
Sulit rasanya bersyukur ketika kesedihan melanda.
Namun jangan pernah lupa untuk bersyukur di saat-saat sulit. Dengan bersyukur, Agan akan menyadari bahwa hidup ini sebenarnya indah.

2. Menjaga Tubuh
Cobalah untuk jalan-jalan keluar rumah ketika sedih. Penuh kebutuhan makan dan tidur secukupnya. Menjaga kesehatan tubuh adalah salah satu cara agar Agan tetap bisa berpikir jernih dan merasakan kebahagiaan di sekitar. 

3. Hal Menyenangkan
Pikirkan, hal apa yang bisa membuat Agan merasa senang. Entah itu menonton film, mendengarkan musik , atau apapun. Lakukan hal menyenangkan tersebut ketika sedang sedih demi meraih kebahagiaan kembali.

4. Mencari Solusi

Terkadang kesedihan disebabkan oleh masalah tertentu. Misalnya akibat bertengkar dengan pasangan atau ditegur oleh atasan. Jika begitu, cobalah untuk mencari solusi agar kesedihan juga cepat pergi dalam diri.

5. Mencari Hikmah

Selalu ada hikmah di balik musibah. Jadi Agan harus mencoba untuk berpikir positif. Siapa tahu dengan ada masalah, Agan akan mendapatkan sesuatu yang lebih. Jadi tidak perlu terlalu bersedih. 

6.Keluarga dan Teman

Hubungan yang kuat dengan keluarga dan teman adalah kunci kebahagiaan. Jadi ketika sedih, jangan menyendiri. Luangkan waktu untuk berkumpul bersama orang terdekat dan bersenang-senang. kalo dah punya istri sih enak

7.Menghibur Orang


Terakhir, ketika bersedih jangan cuma menghibur diri sendiri. Agan sebaiknya mencoba menghibur orang lain. Sebab ada kepuasan tersendiri ketika Agan berhasil membuat orang lain tersenyum. contohnya dengan nimpuk ane

Sumber : Kaskus
READ MORE - 7 Cara Sederhana Meraih Kebahagiaan Psikologi

Sabtu, 09 Februari 2013

6 Hal Yang Berpengaruh Pada Kecerdasan Anak Anda


Semua orang tua tentu mendambakan memiliki anak yang fisiknya sehat dan otak yang cerdas. Orang tua punya tanggungjawab yang besar dalam membentuk kecerdasan otak anak sejak dini, yaitu dengan cara memenuhi nutrisi dan menciptakan lingkungan yang harmonis.

Seperti dilansir mom.me, Selasa (29/1/2013) berikut 6 faktor yang perlu diperhatikan agar anak tumbuh dengan otak yang cerdas, antara lain:

1. Makanan
Perkembangan otak anak tentunya sangat dipengaruhi oleh nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya. Pastikan anak mendapatkan ASI eksklusif sampai usia 2 tahun, kemudian berikan makanan yang bergizi tinggi seperti telur, ayam, ikan, sayuran dan buah-buahan.

Pastikan anak mendapatkan asupan vitamin, mineral, protein dan lemak sehat seperti asam lemak omega-3 yang cukup agar tumbuh menjadi anak yang cerdas.

2. Tidur
Anak membutuhkan istirahat dan tidur malam yang baik agar otaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Sejak bayi lahir hingga tumbuh menjadi anak usia sekolah, harus memiliki rutinitas tidur yang konsisten setiap harinya.

3. Trauma
Trauma dapat menimbulkan efek negatif terhadap perkembangan otak bayi dan anak-anak. Contoh trauma yang biasanya terjadi pada anak usia dini termasuk selamat dari bencana alam, kehilangan anggota keluarga, dan mengalami penyakit kronis.

Trauma juga dapat terjadi jika anak mengalami pelecehan seksual, kemiskinan, atau memiliki orang tua pecandu alkohol atau narkoba. Anak yang mengalami trauma akan menghadapi masalah seperti perubahan pola makan, tidur, perubahan perilaku, serta kesulitan bergaul dengan teman-temannya.

Dukung dan dampingi anak Anda agar dirinya terbebas dari trauma. Jika trauma tetap bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, Anda perlu membawa anak menemui ahli psikologi agar anak terhindar dari gangguan otak akibat trauma yang kronis.

4. Kegiatan fisik
Anak yang fisiknya kuat akan memiliki otak yang sehat dan cerdas. Oleh karena itu, jangan batasi aktivitas anak demi kesehatan fisik dan perkembangan otaknya. Anak masih terlalu dini untuk melakukan olahraga khusus yang berat, dirinya hanya perlu lebih aktif ketika bermain bersama teman-temannya di luar ruangan.

5. Ikatan orang tua
Sebuah hubungan yang positif dan harmonis antara kedua orangtua memungkinkan seorang anak merasa aman dan disayangi. Hal ini membuat anak lebih percaya diri dan suasana keluarga yang nyaman mendukung perkembangan otak yang sehat.

Di sisi lain anak-anak yang tinggal dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis, akan merasa tidak aman, takut-takut, dan bingung ketika bertemu dengan orang baru.

6. Kesempatan belajar
Jika orangtua mendambakan anak yang cerdas, ajarkan anak untuk belajar sejak dini untuk menstimulasi perkembangan otaknya. Ajarkan anak Anda untuk mengenal huruf dan angka serta sediakan berbagai macam buku, alat musik, mainan dan perlengkapan seni.
READ MORE - 6 Hal Yang Berpengaruh Pada Kecerdasan Anak Anda

Selasa, 03 April 2012

10 Ciri Ciri Anak yang Pintar dan Cerdas.


Hampir semua orang tua mengidamkan punya anak yang pintar dan cerdas. tips untuk mengenali Ciri Ciri Anak yang Pintar dan Cerdas adalah :


1. Mempertahankan Informasi: Istilah "masuk telinga kiri keluar telinga kanan" nampaknya berlaku bagi kebanyakan anak. Akan tetapi anak yang pintar benar-benar mempertahankan berbagai informasi dan mampu mengingatnya di lain waktu. Sebuah contoh dari National Association of Gifted Children (NAGC) ialah: "Seorang anak berusia enam tahun kembali dari perjalanan museum ruang angkasa dan mereproduksi kembali secara akurat gambar roket ruang angkasa yang telah dilihatnya.




2. Memiliki Ketertarikan Luas: Anak pintar menampilkan minat dalam berbagai topik. Mereka mungkin suka dengan dinosaurus dalam satu bulan, ruang angkasa bulan berikutnya, dan seterusnya.

3. Menulis dan Membaca Lebih Awal: Jika anak anda adalah seseorang yang pintar, dia mungkin dapat membaca dan menulis sangat dini dan tanpa pengajaran formal.

4. Berbakat di Bidang Musik atau Seni: Anak yang menampilkan bakat luar biasa untuk musik dan seni sering dianggap pintar. Anak yang dapat menggambar, bernyanyi dengan sempurna, atau menampilkan bentuk persepsi seni yang tinggi lainnya biasanya masuk dalam kategori anak pintar.

5. Menunjukkan Waktu Konsentrasi Intens: Anak tidak begitu identik dengan rentang perhatian yang panjang, tapi anak pintar mampu memiliki waktu lebih konsentrasi intens.

6. Memiliki Ingatan Baik: Beberapa anak pintar mampu mengingat hal-hal sewaktu mereka lebih kecil. Misalnya, anak berumur dua tahun mungkin ingat dan membawa kembali kejadian ketika dia berusia 18 bulan.

7. Memiliki Kosakata Tinggi: Seorang anak yang terlalu dini untuk berbicara bukan saja merupakan tanda kepintaran, tapi jika anak anda berbicara menggunakan kosakata yang lebih maju dan kalimat-kalimat, maka dia mungkin memang sepintar yang anda bayangkan. Menurut NAGC, "Anak pada usia dua tahun membuat kalimat seperti: 'Ada anjing.' Anak dua tahun yang pintar mungkin akan berkata, 'Ada seekor anjing di belakang rumah dan ia mengendus bunga.'"

8. Memperhatikan Detil: Anak pintar memiliki mata tajam untuk detil. Anak yang lebih tua mungkin ingin tahu rincian spesifik tentang bagaimana segala sesuatu bekerja, sedangkan anak yang lebih muda akan dapat menaruh kembali mainan persis di mana ia mendapatkannya atau memperhatikan jika sesuatu telah dipindahkan dari tempat biasa.

9. Bertindak sebagai Kritikus Sendiri: Pada umumnya anak tidak terlalu khawatir tentang diri mereka sendiri atau orang lain, kecuali teman mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Sebaliknya, anak pintar prihatin dengan orang lain, tapi yang paling penting diri mereka sendiri.

10. Memahami Konsep Kompleks: Anak yang sangat pintar memiliki kemampuan untuk memahami konsep yang kompleks, memahami hubungan, dan berpikir abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara mendalam dan berpikir tentang solusi.
READ MORE - 10 Ciri Ciri Anak yang Pintar dan Cerdas.

Jumat, 17 September 2010

Rahasia dibalik Seorang Introvert

Kedahsyatan Seorang Introvert di Balik Sifatnya Yang Tertutup

Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk ‘penyegaran kembali’?

Apakah kita menjulukinya ‘orang serius’, atau bertanya kepadanya ‘eh, kamu sakit ya’? Menganggapnya penyendiri, sombong, dan tak sopan? Yang kita mesti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?

Bila jawaban kita ‘ya’, besar kemungkinan kita telah bertemu dengan seorang introvert — dan rupanya kita tidak memperlakukannya dengan baik. Sains telah belajar banyak tentang perilaku dan kebutuhan orang-orang introvert. Sains menemukan misalnya, lewat pemindaian otak, bahwa introvert memproses informasi dengan cara yang berbeda dari orang-orang umumnya (saya tidak mengada-ada). Introvert bisa jadi orang yang biasa saja, tapi mereka juga adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling kerap disalahpahami di dunia.

Kebanyakan orang cenderung menempatkan orang eksrovert lebih unggul dibanding introvert. Bahkan, kadang kita sampai berkata untuk menjadi orang yang sukses, jadilah orang yang ekstrovert, ato dengan kata lain introvert adalah buruk sedangkan ekstrovert adalah baik. Hal ini membuat orang2 introvert cenderung merasa putus asa, dan tergoda atau terpaksa untuk berubah menjadi orang yang ekstrovert.

Orang ekstrovert identik dengan berhati besar, bersemangat, hangat, dan empati. Sebaliknya orang introvert digambarkan sebagi seseorang yang tidak dapat bergaul, pemalu, kaku, penyendiri, pendiam, dan pelamun.

Menurut seorang ahli psikologi, orang introvert dapat sukses dalam bidang yang dia geluti asal memiliki motivasi diri, manajemen diri, self awareness, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg merupakan introvert.

Kaum introvert memang tidak pandai berkomunikasi, sehingga potensi yang dimilikinya tidak terlihat segera. Meski demikian, orang introvert dapat terbuka dan lepas ketika menemukan seseorang yang cocok dengan dirinya. Tidak seperti orang ekstrovert yang bisa bergaul dengan siapa saja, orang introvert membutuhkan kenyamanan saat berteman. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara, sedangkan orang ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Jika ada teman atau keluarga kita yang termasuk orang introvert, perlu didukung dengan :
1. Menyadari bahwa introvert bukan pilihan, bukan gaya hidup, tetapi sebuah orientasi
2. Jika menemukan orang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata “hei, ada apa?” atau “ kamu baik-baik saja?”

karena itu akan membuat orang introvert gak nyaman, sedih, dan merasa hilang semangat
Bahkan di dalam suatu adegan film disinggung tentang masalah introvert ekstrovert. kira2 gini percakapannya.

A : Pernahkah kau mendengar Alam semesta berbicara ?


B : Tidak…


A : Itu karena kau terlalu berisik ! (ekstrovert=banyak omong=Berisik).


cobalah untuk tenang maka kau akan dapat mendengar alam semesta “berbicara” (Berbicara di sini maksudnya adalah Inspirasi. Introvert=gak byk omong=lebih tenang=gampang dapet inspirasi).

The Famous Introvert:
Mahatma Gandhi:


 
Michael Jordan: 
 
Einstein: 
 
Bill Gates: 
 
Tom Hanks: 
 
Clint Eastwood: 
 
Harrison Ford: 
 
Gwyneth paltrow: 
 
Julia Roberts: 
 
J. K Rowling: 
 


source: http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/07/dibalik-kelebihan-dan-cara-mengatasi.html

READ MORE - Rahasia dibalik Seorang Introvert

Jumat, 04 Juni 2010

Deja Vu, Pengalaman Masa Lalu Yang Tak Nyata


Seringkali dalam hidup ini kita merasakan suatu peristiwa yang kita alami sudah pernah dialami berkali-kali dalam hidup ini,peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung kita anggap telah terjadi pada kehidupan masa lalu kita. Saya pun pernah mengalami hal seperti itu suatu peristiwa yang akan berlangsung telah saya rasakan pada kehidupan saya yang dulu,akan tetapi bila di cari faktanya ternyata saya tidak mengetahui dan mengalami peristiwa tersebut, sehingga saya pernah mengira apakah fenomena ini yang si katakan KARMA, ternyata melalui salah satu artikel saya menemukan jawabnya hal ini di sebut DEJA

Déjà vu berasal dari salah saru kata atau frasa bahasa Perancis yang arti secara harfiahnya adalah “pernah melihat” . Maksudnya, seseorang mengalami suatu pengalaman yang dirasakan olehnya pernah dialami sebelumnya.

Venomena ini (Deja vu) pertama kali di temukan dan diungkapkan oleh seorang ilmuwan Perancis yang bernama Emile Boirac yang telah mempelajarinya pada tahun (1851-1917)  dan dibukukan yang berjudul “L’Avenir des sciences Psychiques” yang ditulisnya pada saat dia mengenyam pendidikan di University of Chicago

Definisi déjà vu secara ilmu kejiwaan, menurut Dr. Vernon Neppe MD, PhD, Direktur Pacific Neuropsychiatric Institute (PNI), adalah pengaruh subjektif mengenai anggapan adanya kesamaan pengalaman saat ini dengan masa lalu yang sulit dijelaskan. Sedangkan James Lampinen, profesor psikologi dari University of Arkansas mendefinisikan déjà vu sebagai perasaan begitu kuat mengenai adanya kesamaan global yang terjadi pada situasi baru. Kesamaan pengalaman dalam déjà vu ini bersifat keseluruhan, hingga setiap detail terkecil, mirip sekali dengan yang pernah dialami seseorang di masa lampau. Tapi pengalaman ini selalu disertai dengan perasaan tidak nyata.





Pengalaman déjà vu biasanya dibarengi dengan perasaan “sudah kenal” atau “sudah tahu” atau merasa “sudah pernah Mengalami”. Sering kali déjà vu menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan karena manusia seperti dipaksa secara tidak sengaja untuk menyaksikan potongan film kehidupannya yang mungkin menyeramkan, ganjil, atau bahkan tidak masuk akal. Biasanya pengalaman ini berhubungan dengan mimpi walaupun dibeberapa kasus secara jelas pengalaman ini “pernah benar terjadi sebelumnya”.

Déjà vu ini memiliki beberapa variasi, yaitu:

1. Déjà vecu yang artinya pernah mengalami.
2. Déjà senti yang artinya memikirkannya.
3. Déjà visite yang artinya mengunjunginya.

Ada juga 3 tipe déjà vu, yaitu:

1. déjà vu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi (life déjà vu)
2. déjà vu yang berkaitan dengan perasaan (sense/feeling déjà vu)
3. déjà vu yang berkaitan dengan tempat (place déjà vu)
4. Kombinasi dari ketiga gejala déjà vu tersebut, di mana seseorang merasa pernah hidup sebagai orang lain di satu tempat dan waktu yang sama, bahkan merasakan perasaan yang sama pula.
Dari beberapa variasi dan tipe déjà vu diatas, maka dapat ditarik hubungan bahwa:

• Déjà vecu merupakan déjà vu yang berkaitan dengan kehidupan pribadi (life déjà vu)

• Déjà senti merupakan déjà vu yang berkaitan dengan perasaan (sense/feeling déjà vu)
• Déjà visite merupakan déjà vu yang berkaitan dengan tempat (place déjà vu)
Terkadang déjà vu juga diuraikan seperti perasaan yang telah melihat atau mengalami sesuatu sebelum ketika orang yang mengalami hal tersebut mengetahui kapan dia pernah melakukannya. Namun déjà vu disalahgunakan sebagi suatu pengalaman precognitive, perasaan pernah mengalami sesuatu dan mengetahui persisnya apa yang akan terjadi berikutnya, dan itu terjadi.

Suatu hal yang penting dari déjà vu adalah mengalami sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sedangkan suatu hal yang penting dari precognitive adalah menunjukkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, namun bukan suatu hal yang pernah dilakukan atau dilihat di masa depan.
Déjà vu dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu:

1. Associative Déjà Vu

Tipe déjà vu yang paling umum dialami oleh orang-orang sehat normal adalah associative secara alami di dunia ini. Manusia melihat, mendengar, membaui atau mengalami suatu kejadian yang berkaitan dengan suatu perasaan bahwa manusia tersebut berhubungan dengan sesuatu yang telah dilihat, didengar, dibaui, atau dialami oleh manusia tersebut. Ilmuwan terdahulu berpikir bahwa déjà vu jenis ini adalah suatu pengalaman “ingatan dasar” dan berasumsi bahwa pusat memori otak yang bertanggung jawab untuk itu.

2. Biological Déjà vu

Ada juga kejadian déjà vu antar orang-orang dengan epilepsi cuping sementara. Tepat sebelum epilepsi, penderita sering mengalami atau merasa déjà vu. Dengan adanya pengklasifiasian di atas dapat teridenfikasi bahwa isyarat otak dimana déjà vu jenis ini dimulai. Namun, dengan alasan ini pula déjà vu jenis ini berbeda gengan tipikal déjà vu sendiri. Orang yang mengalami déjà vu jenis ini mungkin akan mempercayai bahwa mereka telah mengalami peristiwa atau keadaan yang sama sebelumnya, disbanding dengan perasaan yang cepat berlalu.
Pengertian Déjà vu dari sudut pandang psikologi adalah ilusi seperti sudah kenal/ sudah akrab dengan suatu tempat yang sama sekali asing. Timbulnya peristiwa ini diyakini orang sebagai akibat adanya syarat yang sudah dikenali, namun ada dalam sub-ambang kesadaran. Sebagai contoh, ketika berjalan-jalan ditengah kota, beberapa ciri tampak seperti sama dengan penghayatan yang pernah dialami di tempat lain.
Intinya deja vu merupakan suatu fenomena aktivitas otak manusia yang berkaitan dengan memori yang lazim disebut “pemanggilan ulang” Penjelasan ini memperkuat fakta bahwa “penataan ulang memori” pada saat tertentu mempengaruhi keadaan alam sadar manusia ,Bannister dan Zangwill (1941) mencoba menganalisis déjà vu dengan menggunakan hypnosis pada 10 subjek penelitian. Ternyata 3 dari 10 di antaranya mengalami déjà vu. Cleary (2008) mengajukan hipotesis bahwa déjà vu merupakan bentuk dari sesuatu yang telah familiar diketahui yang disebut cripyamnesia adalah susuatu yang telah dipelajari namun tidak disimpan baik di otak, namun pada suatu waktu memori dalam “membukanya” .

Yang jelas hampir 70% manusia pernah mengalami deja vu walau tanpa mereka sadari, dan deja vu bukan merupakan suatu penyakit psikologis maupun penyakit gangguan pada Otak,tatepi lebih pada suatu akibat dari kegiatan otak/memori tentang suatu objek tanpa kita sadari.

source:
www.atril.com,
http://sekolahasyik.blogspot.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Déjà_vu
READ MORE - Deja Vu, Pengalaman Masa Lalu Yang Tak Nyata

Most Popular