Enjoy Your Day With a Smile

Rabu, 04 April 2012

Suku Maya Tidak Pernah Meramalkan Kiamat 2012

Jika anda mempercayai ramalan bahwa dunia akan berahir tahun 2012 maka anda sangat keliru. Menurut rumor, suku maya telah meramalkan akhir dunia pada tahun 2012, tetapi faktanya suku maya tidak pernah meramalkan akan hal itu. sejumlah pakar kebudayaan Maya menyatakan bahwa ramalan itu tidak ada.

Photobucket

Para pakar ini ingin meluruskan anggapan dan keyakinan bahwa bangsa Maya kuno telah meramalkan dunia akan kiamat pada akhir tahun depan. Kalendar Maya hanya menandai akhir siklus 5.126 tahun sekitar 12 Desember 2012, yang akan membawa kembalinya Bolon Yokte, dewa Maya yang diasosiasikan dengan perang dan penciptaan.

Seniman sekaligus penulis, Jose Arguelles, adalah orang yang pertama kali melontarkan gagasan kiamat berdasarkan kalendar Maya. Namun pertemuan para pakar di kota Maya kuno di Meksiko Selatan menyatakan kalendar itu hanyalah pertanda berakhirnya satu periode penciptaan dan awal periode yang lain. "Kami harus menjelaskan soal itu. Tak ada ramalan tentang 2012," kata Erik Velasquez, seorang pakar etsa di National Autonomous University of Mexico (UNAM). "Itu penafsiran yang keliru."
Photobucket

Institut Sejarah Antropologi Nasional di Meksiko telah mencoba memadamkan maraknya para peramal yang memprediksi datangnya kiamat berdasarkan penanggalan Maya. "Pemikiran orang Barat telah memutarbalikkan pandangan dunia tentang peradaban kuno seperti bangsa Maya," kata institut tersebut. Dalam penanggalan Maya, penghitungan kalender panjang dimulai pada 3.114 SM dan dibagi ke dalam periode 394 tahunan yang disebut Baktun. Bangsa Maya menganggap 13 sebagai angka keramat dan Baktun ke-13 berakhir tahun depan.

Sven Gronemeyer, peneliti kode Maya dari La Trobe University di Australia, yang mencoba mengungkap makna penanggalan itu, menganggap apa yang disebut sebagai hari terakhir merefleksikan sebuah transisi dari satu era ke era berikutnya, yaitu kembalinya Bolon Yokte. "Karena Bolon Yokte sudah pernah hadir pada hari penciptaan, tampaknya wajar saja bagi bangsa Maya bila Bolon Yokte akan datang lagi," ujarnya.
Photobucket

Institut itu menyatakan, dari sekitar 15.000 naskah glyphic resmi yang ditemukan di berbagai daerah yang sebelumnya merupakan kerajaan Maya, hanya dua yang menyinggung soal 2012. "Bangsa Maya tidak memikirkan masalah kemanusiaan, pemanasan global, atau memprediksi kutub akan berfusi menjadi satu," kata Alfonso Ladena, dosen dari Complutense University of Madrid. "Kitalah yang memproyeksikan kekhawatiran kita pada mereka."

Walaupun adanya spekulasi demikian kita tetap tdiak boleh percaya akan ramalan kiamat karena sesungguhnya kiamat adalah sebuah Misteri Allah yang tidak akan pernah diungkap oleh manusia. Mari semua optimis untuk terus menyongsong masa depan
READ MORE - Suku Maya Tidak Pernah Meramalkan Kiamat 2012

Misteri The Hum, Suara Dengungan Dari Perut Bumi

 



Manusia mendengkur itu ialah hal biasa. Namun, pernah mendengar bagaimana bumi mendengkur? Fenomena itu menjadi misteri yang belum terpecahkan. Fenomena ini sebenarnya fenomena lama, tetapi keluarnya suara-suara “aneh” dari dalam bumi tersebut mulai muncul lagi pada tahun 2012 di berbagai negara di dunia. Hal ini membuat banyak orang mengaitkan fenomena ini dengan ramalan kiamat 2012. Sebenarnya darimana dan bagaimana dengungan yang disebut “The Hum” itu?
Bebagai macam tipikal suara ada di sekitar manusia. Mulai infrasonik, audiosonik, dan ultasonik. Di antara ketiga suara tersebut ada suara yang bisa di dengar dan ada suara yang terlalu keras dan terlalu kecil untuk didengar manusia. The Hum termasuk kategori suara infrasonik, yaitu sekitar 17 hertz hingga 0,001 hertz.

Sebenarnya manusia sulit mendengar suara pada frekuensi tersebut, namun beberapa orang pernah dikabarkan mendengar suara The Hum tersebut. Biasanya orang yang mendengar The Hum berada di tempat dengan kesunyian tingkat tinggi.

Fenomena yang tenar terjadi pada tahun 1990 tersebut memang terasa sejak 1970-an. Hanya pada tahun 1970 dan 1980, fenomena tersebut belum bisa disimpulkan sebagai The Hum. penelitian seputar fenomena itu pun belum dimulai. Pada tahun 1990 di Amerika Utara fenomena serupa terjadi. Hal tersebut mulai jadi wacana publik.

Itu berawal dari dari sebuah penelitian University of New Mexico atas komplain warga yang berada di daerah Taos, New Mexico. Mereka sering mendengar suara-suara aneh. Tak hanya itu, suara dengungan bumi juga terdengar di daerah Inggris,yang dikenal dengan Bristol Hum.

Berdasarkan keterangan saksi, suara tersebut memang lemah. Namun, cukup mengganggu kenyamanan saat tidur. Sejak adanya suara-suara itu, beberapa warga tidak dapat tidur dengan nyenyak.

Pertanyaannya, mengapa terdengarnya hanya di kala tidur? Frekuensi rendah memang tidak bisa terdengar di kala manusia melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, pemecahan suara itu bisa terdengar manusia dipengaruhi faktor lokasi.

Pada tahun 2006, tepatnya 15 November, Dr. Tom Moir dari University of Auckland, Selandia Baru, meneliti Auckland Hum. Dari penelitian tersebut,frekuensi dengungan bumi bisa mencapai 56 hertz, bergantung lokasi. Faktor kedekatan dengan sumber bunyi juga berpengaruh.

Dr. Davin Baguley, kepala audiologi rumah sakit Addenbrooke Cambridge, punya pendapat sendiri. Dia menyebutkan, bahwa orang yang memiliki masalah dengan dengungan bumi disebabkan fisik masing-masing.

Perlu diketahui, 2/3 waktu orang yang biasa mendengar The Hum dihabiskan di sekitar suara-suara The Hum. Secara tidak langsung, pendengaran manusia telah terbiasa. Misalkan, suara diesel yang bisa terbawa sampai dalam keadaan tenang.

Peristiwa Taos Hum tercatat dalam sepuluh misteri bumi yang kerap dimuat dalam media ilmiah. Hal tersebut dipengaruhi karakter Taos Hum cukup besar dan sering terjadi di daerah tersebut.

Taos Hum menjadi sorotan media. Salah satunya adalah program televisi Unsolved Mysteries. Taos Hum juga merupakan salah satu hal yang disebutkan dalam film seri yang penuh misteri the “X-Files”.

Pengaruh sumber suara The Hum bergantung kegiatan yang mendominasi di area tersebut. Misalnya kota Kokomo dan Bristol yang didominasi industri. Sedangkan The Hum di Hawaii lebih disebabkan aktivitas Vulkanis.

Getaran suara yang dihasilkan tower pendingin di pabrik Daimler Chrysler mencapai 36 hertz. Sedangkan daerah pabrik Haynes International menghasilkan getaran 10 hertz.

Sebuah fenomena The Hum di kota yang sama mampu terdengar dengan frekuensi yang berbeda. Dengungan bumi atau The Hum di Inggris, yang dinamakan Bristol Hum, bahkan telah menyebabkan satu orang tewas. Pertanyaannya, apa sebenarnya The Hum ini? 
 


READ MORE - Misteri The Hum, Suara Dengungan Dari Perut Bumi

Most Popular