Enjoy Your Day With a Smile

Kamis, 07 Maret 2013

Asal-Usul Nama INDONESIA


Nama Indonesia muncul pertama kali di masa penjajahan Belanda. "Pencipta" kata ini adalah George Samuel Windsor Earl, seorang pengacara kelahiran London, yang bersama James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Scotlandia, menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4, tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders."       



Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal dari Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda), sebagai Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan). Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians(Mela = hitam. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). Oleh karena itu, Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians, untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos, keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut.


Adalah Adolf Bastian, seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman, yang memopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin, yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien, oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman, artinya: “Indonesia, atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Jilid I berjudul Maluku, jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya, jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya, jilid IV Kalimantan dan Sulawesi, jilid V Jawa dan Penutup.           




Sejak dahulu hingga sekarang, para ilmuwan Eropa lebih senang menggunakan istilah/kata bahasa Latin atau Yunani untuk penamaan hal-hal yang sehubungan dengan ilmiah, demikian juga untuk menamakan ras penduduk di wilayah Malaya dan India Belanda bagian barat.


Eduard Douwes Dekker, dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut India-Belanda dengan nama Insulinde, variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913, para anggotanya mendirikan Partai Insulinde.


Baik IndunesiaIndonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India, untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India- Belanda, sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores, Timor, Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia(Kepulauan orang-orang hitam).


Para pendiri bangsa ini pada awal gerakan kemerdekaan ingin meninggalkan dan menanggalkan nama Netherlands - IndiĆ«, yang artinya India Belanda. Nama ciptaan penjajah ini untuk membedakan denganBritish-India, yaitu India yang dijajah oleh Inggris. Oleh karena itu -mungkin kurang mencermati arti dan dampaknya di kemudian hari- para pendiri bangsa memilih kata 'INDONESIA', untuk BANGSA, NEGARA dan BAHASA yang pada waktu itu masih dijajah oleh Belanda.


Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda yang sebelumnya bernamaIndische Vereeniging, yang artinya adalah Perhimpunan India. Adalah seorang Belanda juga,  Prof Cornelis van Vollenhoven, yang tahun 1917 mengusulkan untuk mengganti kata 'Indisch' menjadi 'Indonesisch.' Tahun 1922 Indische Vereeniging (Perhimpunan India) resmi menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Di India-Belanda (Netherlands-IndiĆ«), adalah Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia yang dikenal sebagai yang pertama menggunakan kata INDONESIA.


Jadi kata Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh Republik Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India.


Apakah penduduk di Bumi Nusantara memang merasa bahwa negeri ini memang tepat dinamakan "Kepulauan India", atau menilai, bahwa negeri ini bukanlah bagian dari India? Seandainya bangsa ini sepakat untuk meninggalkan nama yang diciptakan oleh orang Eropa, maka Indonesia bukanlah negara pertama yang mengganti nama peninggalan masa penjajahan. 


Banyak negara setelah merdeka mengganti nama yang “diciptakan” atau diberikan oleh penjajahnya, seperti Ceylon menjadi Sri Lanka, Burma menjadi Myanmar, Indo-Cina menjadi Vietnam, Rhodesia menjadi Zimbabwe, Gold Coast menjadi Ghana, South-West Afrika menjadi Namibia, dll. 


Selain Indonesia, yang masih menggunakan nama yang “diciptakan” oleh orang-orang Inggris dan kemudian dipopulerkan oleh orang Jerman, negara yang masih tetap menggunakan nama peninggalan penjajahan adalah Philipina (Filipina). Ketika orang-orang Spanyol menguasai wilayah tersebut, sebagai persembahan kepada raja Spanyol, Philip, jajahan itu diberi nama Philipina.


Dapat menjadi bahan pertimbangan, untuk menggunakan nama yang telah 1000 tahun digunakan oleh nenek moyang kita, yaitu NUSANTARA!
READ MORE - Asal-Usul Nama INDONESIA

Rabu, 06 Maret 2013

Story Of Broken Home


Dalam kehidupan ini seseorang hidup dengan kisahnya masing-masing, ada yang terlahir dalam keluarga yang bahagia, indah, dan menjalani masa-masa kecil yang penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Namun ada pula yang terlahir dalam situasi yang sangat tidak diinginkan. Menjalani hidup dengan segala himpitan, intinya hidup tidak memanjakan mereka. Makan seadanya jauh dari yang disebut dengan dengan 4 sehat 5 sempurna terlebih lagi segelas susu adalah makanan mewah bagi mereka. Tak hanya itu hidup yang keras membuat mereka menjadi anak-anak yang terbiasa di jalanan. Tidur dengan tempat seadanya tanpa dongeng pengantar tidur, tanpa bisikan sayang dari orang tua mereka saat akan memejamkan mata. Dan tak pernah ada kasih hangat yang membangunkan mereka di pagi hari saat membuka mata seperti anak-anak lain yang beruntung atas belaian hangat seorang ibu yang membangunkan mereka. Disini hanya dinginnya udara pagi yang menusuk yang membuat mereka terbangun. Dari semua itu, Seperti kata orang-orang bijak, kuat atau lemahnya seseorang tergantung dari cara kehidupan membesarkannya. Dan semua itu jelas dimataku, mereka yang hidup dengan segala perjuangan dan pengorbanan akan menghasilkan sosok yang tegar, kuat dan tidak cengeng. Mereka tidak pernah diajarkan untuk mengeluh pada keadaan. Yang mereka tahu hanyalan bagaimana cara mengatasi semua masalah yang ada di depan mereka. Pasti berbeda dengan mereka yang terbiasa dengan segala kemudahan. Hidup lengkap dengan apapun yang mereka butuhkan. Maka saat menjalani masa-masa tersulit mereka cenderung lemah dan mudah putus asa. Karena saat di besarkan mereka tidak pernah mengalaminya. Mereka tidak terlatih dalam menghadapi situasi dan keadaan seperti itu. Intinya semakin berat beban dan penderitaan hidup seseorang semakin kuat ia dalam menghadapi kehidupan. Begitu juga aku, dulu aku seorang yang manja, lemah, cengeng dan tak pandai berusaha dalam mendapatkan sesuatu. Tapi semua berubah saat perjalanan hidup mengajarkanku untuk menjadi seorang lak-laki yang sebenarnya. Ikhlas, sabar, tegar dan berpasrah kepada Tuhan adalah bagian yang harus dimiliki setiap manusia dalam menjalani kehidupan ini.

Memulai cerita ini, Aku dilahirkan di sebuah kota kecil. Pada tanggal 15 januari 1992 pukul 04.24 begitu menurut cerita dari ibuku. Kemudian aku dibesarkan di tempat-tempat yang berbeda karena kami sering berpindah tempat tinggal untuk beberapa alasan, saat aku duduk di bangku SD itu adalah tempat tinggal kedua kami. Disana kehidupanku sangat bahagia, kasih sayang orang tua yang aku rasakan, perhatian mereka yang tak pernah lepas dariku. Dan masa-masa itu adalah kenangan masa kecil yang sangat indah. Aku pernah tak tahu ternyata semua itu tak akan aku rasakan selamanya. Masa-masa itulah kebahagiaan terakhir yang pernah ku dapatkan dari sebuah keluarga. Tuhan memang maha segalanya dia bisa membuat segala sesuatu berubah kapanpun dia mau. Saat aku di kelas 2 SMP keadaan di keluargaku mulai tidak harmonnis. Sering terjadi pertengkaran antara kedua orang tuaku. Dan beberapa tahun kemudian ketok palu hakim pengadilan agama resmi memisahkan mereka. Juga merubah segala yang ada dalam hidupku. Pada saat itu aku ikut ayahku. Hatiku penuh dengan kesakitan, perasaan yang tak tentu arah. Aku bingung kepada siapa aku mengadu namun yang aku lakukan hanyalah terdiam dan memendam ini sendiri, berusaha mengatasi semua beban ini sendiri karena aku bukan orang yang mudah menceritakan sesuatu tentang diriku kepada orang lain kecuali orang-orang yang benar-benar aku percaya dan saat itu aku tidak punya orang itu. Setelah sekian lama merenung sampai-sampai aku berfikir mungkin inilah alasan kenapa Tuhan memberikan seluruh kebahagiaan itu saat aku masih kecil karena semua tidak pernah lagi akan ku dapatkan saat ini.

Keadaan itu telah berhasil merubah drastis segala keceriaan yang selalu muncul dalam raut wajahku. Keadaan itu berhasil membuatku menjadi sosok yang berbeda. Sosok yang lebih pendiam dan pemalu. Bahkan keluar rumah pun aku tak berani sendirian. Aku tak mampu melihat tatapan-tatapan sinis tetanggaku seorang diri, aku tak mampu mendengarkan cibiran-cibiran mereka, kata-kata sok tau dan berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Tak hanya tetanggaku, bahkan kerabat-kerabat dekatku seakan memusuhi kami. Mereka terkesan menyingkirkan kami, mereka terkesan tidak mau mengakui kami sebagai anggota dari keluarga besar mereka. Mereka beranggapan bahwa kami telah merusak nama baik keluarga. Kembali lagi ingin ku teriakkan keras-keras di hadapan mereka. Apa ini salah kami? Takdir sudah menentukan jalan hidup kami seperti ini, kami tidak bisa menolaknya!

Selang beberapa tahun kemudian, kakekku meninggal dunia. Para kerabatku kembali menyalahkan kami. Mereka berpikiran bahwa kakekku meninggal gara-gara terlalu memikirkan segala kekacauan yang terjadi di keluargaku. Padahal sebenarnya, kakekku sudah lama sakit-sakitan dan dirawat di rumah sakit. Mungkin meninggalnya kakekku karena sudah waktunya aja. Faktor usia utamanya. Tapi kerabat-kerabatku seolah tak menyadari hal itu dan tetap menyalahkan kami.

Kalian tau? Betapa beratnya beban yang kupikul saat itu, saat usiaku masih begitu kecil, saat anak-anak lain begitu ceria dengan mainannnya, begitu asyik dengan hidupnya, tapi aku sudah dilatih untuk berpikir lebih dewasa dan menerima segala hal dengan apa adanya. Aku dilatih untuk tidak protes akan segala hal yang berbeda dalam hidupku, hal yang jauh berbeda dengan anak-anak lainnya seusiaku.

Anak ayah yang cuma satu-satunya ini anak yang pintar, anak yang nggak cengeng, anak yang baik yang mau menerima segala hal dengan pemikiran yang baik pula. Jadi, kamu harus pintar hadapin segala masalah yang mampir di hidup kamu, selesai-in semuanya dengan penuh tanggung jawab, gak boleh gampang nangis yaa.. , ucap ayahku seraya mencium keningku.

Ingin sekali ku teteskan air mataku saat ayah mengungkapkan hal itu. Tapi apalah dayaku? Aku hanya bisa menahannya, paling nggak aku gak boleh nangis dihadapannya. Aku emang terbiasa menangis dan meluapkan segala kekesalanku di tempat yang sepi, jauh dari keramaian. Aku nggak mau ada orang lain yang melihatku menangis. Mereka cukup tau aku sebagai bocah kecil yang kuat, yang tegar dan nggak cengeng. Bagaimana pun juga aku nggak mau ngerubah image ku di mata mereka.

Semua kejadian, semua masalah, semua hal-hal yang menurutku begitu berat perlahan telah berhasil kulalui sedikit demi sedikit. Ketika aku duduk di bangku kelas 1 SMA, ada salah satu temanku yang punya nasib sama denganku berkata, Abangku udah terpengaruh minum-minuman keras, badannya sekarang menjadi penuh dengan tatto, sekarang dia memang benar-benar terpengaruh pergaulan bebas, apa aku nanti juga akan jadi seperti dia?. Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Dan sontak aku pun menjawab pertanyaan itu. Semua masalah telah berhasil membuatku menjadi anak yang gak tau mana yang benar dan mana yang salah, semua begitu berat buat aku lewati. Semua tergantung dari dirimu sendiri. Kamu anak yang pintar, harusnya kamu tau mana yang baik dan mana yang gak baik buat hidup kamu. Kalau menurutku kamu gak usah ikut-ikutan abangmu, kamu gak usah lakuin itu sebagai bentuk protesmu kepada kedua orang tuamu. Kamu harusnya mampu menunjukkan kepada mereka kalau kamu masih tetap bisa berprestasi. Iya kalau kamu, tapi aku? Kayaknya suatu hari nanti aku juga akan jadi kayak abangku deh, lanjutnya. Banyak anak Broken Home di dunia ini yang terlibat pergaulan bebas setelah ia diterpa banyak masalah. Tapi aku sama sekali tak mau mencoba hal itu. Bagiku, menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari orang tuaku sebelumnya adalah hal yang harus aku lakukan. Menjaga nama baik keluarga dan menjaga nama baik diri sendiri.

Seiring dengan bertambahnya umurku, seiring itu juga aku dapat memahami apa yang harus selalu kita lakukan di dunia ini. Sekarang aku sudah kuliah di salah satu universitas di Kota seberang. Aku kuliah di jurusan pendidikan sebagai calon seorang guru melanjjutkan  profesi ibuku dan sekarang aku sedang menempuh semester akhir dalam tahap penyusunan skripsi. Optimis kalau kita bisa, pasti bisa dan harus bisa. Tak seharusnya kita menjadikan semua masalah sebagai pengganjal kehidupan baru kita. Kita harusnya menjadikan masalah itu sebagai batu loncatan agar kita bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Tentunya dengan belajar menghadapi masalah, bukan menghindari masalah.

Saat ini, ibuku sudah menikah lagi. Kerabat-kerabatku pun sudah kembali menjadi kerabat-kerabat yang baik. Aku tak menjadi anak tunggal lagi di rumahku. karena ayahku memutuskan untuk menikah lagi dan istri dari ayahku mempunyai seorang anak laki-laki. Kami cuma beda satu tahun. Aku begitu dekat dengan kakak laki-laki itu. Rasanya kami seperti saudara kandung. Sekarang aku benar-benar merasakan bahwa kata-kata. Semua pasti indah pada waktunya telah terjadi dalam hidupku. Semoga semuanya akan tetap indah seperti sekarang ini. Tanpa ada pertengkaran lagi yang membuat air mataku menetes.
READ MORE - Story Of Broken Home

Selasa, 05 Maret 2013

Lapland, filandia Negeri Tidak pernah Malam


Matahari tengah malam di Lapland, Finlandia (Foto: kakslauttanen)
Matahari tengah malam di Lapland, Finlandia (Foto: kakslauttanen)
Matahari pasti munculnya di pagi hari. Terbit di ufuk timur, menerangi hari hingga saat terbenamnya jelang malam tiba. Namun di Lapland, Anda bisa melihat matahari saat tengah malam lho!

Lapland adalah sebuah provinsi di Finlandia yang memiliki luas wilayah 98.946 km² dan populasi 187.777 jiwa (2002). Ibu kotanya ialah Rovaniemi. Provinsi ini memiliki fenomena unik yang indah dipandang, yaitu matahari di tengah malam.

Karena lokasinya yang berada di lingkar kutub, selama dua puluh empat jam dalam dua bulan setiap tahun provinsi ini disinari matahari sepanjang hari tanpa henti. Fenomena ini disebut midnight sun atau matahari tengah malam.

Fenomena ini terjadi setiap bulan Juni dan Juli. Wisatawan yang mengunjungi Lapland dapat melihat cahaya unik dari matahari tengah malam, yang tidak memberi batas antara siang dan malam di sini, demikian seperti dikutip dari CNN, Selasa (25/12/2012). Hal ini memungkinkan pelancong untuk mendaki gunung Lapland di malam hari atau bahkan melakukan olahraga golf selama 24 jam.

Salah satu tempat favorit wisatawan untuk wisata golf di Lapland adalah Bjorkliden GC, lapangan golf yang terletak paling utara provinsi ini. Letaknya berbatasan dengan pegunungan perbatasan Swedia dan Finlandia serta Danau Tornestrask.

Selain golf tengah malam, aktivitas wisata lainnya yang digemari di Lapland adalah bermain ski di Riskgransen, yang merupakan resor ski paling utara di Eropa. Tidak seperti resor ski lainnya di Eropa, Riksgransen tidak memiliki temperatur dingin, sehingga para pencinta ski tidak perlu takut kedinginan.

Hal ini dikarenakan fenomena matahari tengah malam tadi, yang membuat matahari tetap bersinar sehingga membuat wilayah ini tetap hangat sekaligus masih memiliki salju untuk para pemain ski berseluncur.

Lapland juga merupakan rumah bagi hotel es pertama dan terbesar di dunia. di hotel ini, para tamu akan tidur diantara bongkahan es yang dilapisi seprai berbahan kulit rusa. Mulai dari lilin hingga kursi dan meja, semua yang ada di hotel ini terbuat dari es.

Hotel ini dibangun pada 1989, di desa kecil Jukkasjarvi. hotel ini dibangun oleh para pemahat es lokal yang berasal dari hotel ini. Biasanya Hotel Es ini hanya dibuka pada musim dingin saja. Spesial untuk tahun ini, Hotel Es terbuka juga di musim panas. Seperti biasa, air untuk membuat balok es ini berasal dari Sungai Torne, yang tidak jauh dari hotel.
READ MORE - Lapland, filandia Negeri Tidak pernah Malam

Inilah 7 Negara yang pernah diserang Indonesia




Siapa bilang Indonesia adalah negara budak yang hanya bisa dijajah dan tak bisa menggempur negara lain. Ternyata Indonesia pernah melakukan invasi ke sejumlah negara. Ini beneran invasi perang dengan tentara lho gan, bukan penyerbuan TKI ke negeri asing . Ya udah langsung aja deh, ini nih 7 Negara Yang Pernah Diinvasi Indonesia.

1. Timor Leste
Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.

2. Papua Barat
Operasi Trikora, juga disebut Pembebasan Irian Barat, adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

3. Malaysia
Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Tanggal 3 Mei 1963 di sebuah rapat raksasa yang digelar di Jakarta, Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia, Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia

4. Malaka
Sejak tahun 1509, Pati Unus, raja Demak, sudah merancang rencana untuk menguasai Malaka. Saat itu Malaka berada di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka. Dengan kata lain, perlu dicatat bahwa serangan Demak ke Malaka jelas bukanlah sebuah serangan anti-kekuasaan asing, tetapi sebuah invasi imperialis. Tahun 1511, Alfonso D’Alburquerque, Laksamana armada Portugis, mendahului Pati Unus dengan menaklukkan Malaka. Sultan Malaka Mahmud Syah melarikan diri ke Bintan.

5. Singapura
Usman lahir di Purbalingga, Banyumas, Jawa Tengah (1943). Harun lahir di P Bawean, Surabaya (1947). Kedua-duanya nama samaran untuk tugas sebagai sukarelawan menyusup ke Singapura, melakukan tugas sabotase dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat). Pada waktu itu RI terlibat konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura. Usman dan Harun tergabung dalam tim sabotir. Pada 8 Maret 1965 malam, berbekal 12,5 kg bahan peledak mereka bertolak dengan perahu karet dari P Sambu. Mereka dapat menentukan sendiri sasaran yang dikehendaki.

Maka setelah melakukan serangkaian pengintaian, pada suatu tengah malam terjadi ledakan di sebuah bangunan Mc Donald di Orchard Road. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka.

6. Indochina (Kamboja dan Vietnam) & 7. Siam (Thailand)
Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi, pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan invasi dan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, dan India.
READ MORE - Inilah 7 Negara yang pernah diserang Indonesia

Most Popular