Enjoy Your Day With a Smile

Jumat, 04 Juni 2010

Ternyata Hitler NAZI tidak Serealistis yang Kita Kira

Selama ini orang beranggapan bahwa Hitler adalah seorang rasialis yang sangat mengagungkan ras Arya sekaligus menindas ras lainnya. Tapi tahukah anda bahwa selama berlangsungnya Perang Dunia II, Hitler dan angkatan perangnya merekrut para prajurit sukarelawan non-Eropa, yang tidak berkulit putih dan jelas-jelas bukan ras Arya! Mereka datang dari belahan dunia yang berbeda. Ada yang berkulit kuning, sawo matang, bahkan hitam!

Sebagian foto ini, saya yakin, akan membuat anda terkejut...
hittler sendiri membangun kekuatan yg bukan dari ras arya sediri dan memasukan mereka dalam pasukan khusus yaitu SS handscar


sukarelawan
Sukarelawan Arab dalam tubuh Deutsche Afrikakorps (DAK), pasukan Jerman di Afrika Utara



Para anggota Legion Freies Indien berpose bersama



Seorang anggota Legion Freies Indien



Sukarelawan India yang tampaknya telah makan asam garam pertempuran, terbukti dari medali yang dengan bangga dipampangkan di seragamnya. Setidaknya si bapak bergigi ala penyanyi rap ini adalah jago dalam perang infanteri!



Seorang sukarelawan asal Azerbaijan sedang menari lagu tradisional dengan diperhatikan oleh rekan-rekannya





Seorang ulama Chechnya sedang membacakan ayat suci di tengah para sukarelawan Nazi asal Kaukasus. Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak dari para pejuang Chechnya pro-Jerman yang dieksekusi atau dikirim ke gulag di Siberia oleh Soviet karena Stalin menganggap mereka adalah para pengkhianat negara


Kalau yang sipit-sipit ini adalah sukarelawan dari Korea



Selain sebagai Sekutu, Jepang juga mengirimkan para prajuritnya untuk menjadi sukarelawan Third Reich



Para prajurit Heer asal Turkmenistan sedang mengantri jatah ransum mereka



Jenderal Wehrmacht sedang menginspeksi pasukan sukarelawan berkulit kuning dan bermata sipit



Yang ini adalah sukarelawan dari Asia Timur yang tertawan bersama prajurit Jerman lainnya dan sedang didata oleh tentara Sekutu






Huahahahaha!!! Bagi yang masih belum ngeh, saya berkulit hitam, Brow!





yg ini dari kesatuan yg lain..

Divisi Gunung SS ke-13 'Handschar', Sukarelawan Muslim Terbesar Dalam Tubuh Waffen-SS

Sampul majalah 'Wiener Muftrierte' terbitan tahun 1944 dengan judul "Der Grossmufti von Jerusalem bei den bosnischen Freiwilligen der Waffen-SS" yang artinya : Mufti Besar Yerusalem (Amin Al-Husayni) bersama dengan sukarelawan Waffen-SS asal Bosnia






Para prajurit Handschar sedang melaksanakan shalat berjamaah di pagi hari (mungkin shalat Ied. Untuk mengetahuinya, cukuplah diketahui kalau peristiwa ini terjadi pada bulan November tahun 1943). Masihkah anda para Muslim membenci Nazi dan bersimpati dengan Yahudi?




Mufti Besar Yerusalem Sayid Amin Al-Husayni bertemu dengan Adolf Hitler di Berlin, 9 Desember 1941. Dalam pertemuan pertama tersebut Hitler begitu terkejut ketika mendapati "orang Arab" ini berkulit putih, berambut pirang dan bermata biru seperti layaknya orang Nordik!




Para prajurit Handschar sedang bahu-membahu menarik entah apa (kebo?)




Ini mungkin foto paling terkenal dari sukarelawan asal Bosnia di tubuh SS. Mereka tergabung dalam Divisi Gunung SS ke-13 'Handschar'. Bayangkan, sukarelawan Muslim di tubuh pasukan elit Nazi!



Dalam mencermati perjalanan sejarah, kita tentu harus menilainya dengan keadaan di masa itu sendiri. adalah fakta yang tidak terbantahkan bahwa Muslim Bosnia, dan juga banyak Muslim lainnya di masa Perang Dunia II bersekutu dengan Nazi Jerman. Jumlah pasukan Muslim yang bergabung dengan Nazi cukup banyak: sekitar 5.000 orang Arab, 2.000 Muslim India, 40.000 Muslim Bosnia dan Sandzak, 30.000 Muslim Albania, 75.000 Muslim Kaukasus Utara, 40.000 Muslim Tartar Volga, 180.000 Muslim Turki, 20.000 Muslim Tatar Krim, dan juga 200.000 Muslim Soviet dimana yang terakhir ini bertugas sebagai tenaga pembantu dalam berbagai pekerjaan kasar dalam Wermacht atau angkatan perang Nazi Jerman (baca: Legiun Muslim Hitler; N. Hidayat; Nilia Pustaka, 2007)

Bahkan ada juga orang Indonesia yang menjadi bagian dari tentara Nazi Jerman (meskipun tidak diketahui apakah dia muslim atau bukan). Walau sejarah Indonesia tidak banyak membuka diri terhadap jasa Nazi Jerman atas perang kemerdekaan Indonesia, namun jasa pasukannya Adolf Hitler ini bagaimana pun ada. Ini fakta : Salah satu instruktur pertama badan intelijen resmi Indonesia adalah seorang perwira U-Boat Nazi Jerman yang mendarat di Jawa. Kolonel Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, dilatih olehnya.

Bukan itu saja, di Indonesia pun pernah berdiri partai yang mengekor partai Nazi, walau tidak mendapat sambutan meriah kala itu (baca: Orang Nazi dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme; Wilson; Komunitas Bambu, 2008)

Dalam Perang Dunia II, Mufti Palestina AlHusayni memang bersekutu dengan Nazi dan kawan baik dari Adolf Hitler. Mereka di kala itu saling memanfaatkan. Sejarah sekarang, dengan berbagai dokumennya yang telah dideclassified-kan, telah membongkar fakta jika segala 'kebuasan' Nazi Jerman dalam Perang Dunia II ternyata didukung penuh dengan dana amat besar dari Rockefeller dan kakek George Walker Bush, dua keluarga berpengaruh Yahudi Dunia. Al-Husayni tentu saat itu, sepertinya, tidak tahu akan fakta jika Hitler pun tengah diperalat Yahudi!

Dan tentang permusuhan Yahudi terhadap umat Islam, itu bersifat abadi hingga akhir zaman. Jadi, bukan karena Muslim Bosnia sekutu Nazi Jerman yang menyebabkan itu, tapi karena Yahudi adalah tentaranya Dajjal dan Muslim adalah tentaranya Muhammad SAW.

Dalam hubungannya dengan Nazi, puluhan ribu Muslim Bosnia direkrut Hitler dan dikelompokkan ke dalam Brigade Handjar atau yang resminya bernama 13. Waffen Gebirgs Division de SS ‘Handschar’ (kroatische Nr.1). Ini legiun Muslim Bosnia pertama yang direkrut di akhir tahun 1943.

Pada Juli 1944, dibentuk Legiun Muslim Bosnia kedua bernama 23. Waffen Gebirgs Division der SS ‘Kama’ (kroatische Nr.2) atau Brigade Kama. Kedua legiun atau brigade ini akhirnya digabungkan Himmler menjadi satu kesatuan yakni IX. Waffen-Gebirgs Korps der SS (kroatisches). Pasukan ini menderita kekalahan mengikuti kekalahan pasukan induknya, Nazi-Jerman, dan menyerah kepada pasukan Inggris di Saint Veit de Glan di Austria, 12 Mei 1945.

Siapakah Imam Al-Husayni? Dia adalah seorang Mufti Besar Palestina sejak 1921 hingga 1948. Keturunan Klan Husayni ini sangat keras menentang rencana perpindahan kaum Yahudi yang terserak di seluruh dunia ke Palestina, sebagaimana mandat dari Kongres Zionis Internasional I di Basel, Swiss, tahun 1897. Sebab itu, Inggris yang mendukung penuh rencana Zionis Yahudi itu memburunya. Pada tahun 1941 Husayni bertemu empat mata dengan Adolf Hitler. Hitler terkagum-kagum padanya.

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3388794

1 komentar:

Most Popular